PEMERATAAN AKSES RUMAH BELAJAR UNTUK MEMBANGUN PENDIDIKAN DAERAH PINGGIRAN(Solusi Alternatif penggunaan Portal Rumah Belajar Via Smartphone Sekolah SMAN 1 Alu Polewali Mandar)

Pendidikan merupakan substansi penting yang menjadi titik sentral pembentukan mental, spiritual, sekaligus intelektualitas bagi generasi bangsa. Berbicara mengenai pendidikan di Indonesia memang tiada henti-hentinya. Mulai dari prestasi-prestasi peserta didik di tingkat nasional maupun internasional hingga rendahnya kualitas dan mutu pendidikan di daerah terpencil. Rendahnya kualitas dan mutu pendidikan di daerah terpencil disebabkan karena adanya permasalahan-permasalahan di dunia pendidikan. Permasalahan pendidikan merupakan suatu kendala yang menghalangi tercapainya tujuan Pendidikan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata pemerataan berasal dari kata dasar rata, yang berarti: 1) meliputi seluruh bagian, 2) tersebar kesegala penjuru, dan 3) sama-sama memperoleh jumlah yang sama. Sedangkan kata pemerataan berarti proses, cara, dan perbuatan melakukan pemerataan. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemerataan pendidikan adalah suatu proses, cara dan perbuatan melakukan pemerataan terhadap pelaksanaan pendidikan, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan pelaksanaan pendidikan. Pelaksanaan pendidikan yang merata adalah pelaksanaan program pendidikan yang dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh warga negara Indonesia untuk dapat memperoleh pendidikan. Pemerataan dan perluasan pendidikan atau biasa disebut perluasan kesempatan belajar merupakan salah satu sasaran dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Hal ini dimaksudkan agar setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan. Kesempatan memperoleh pendidikan tersebut tidak dapat dibedakan menurut jenis kelamin, status sosial, agama, suku dan ras, maupun letak lokasi geografis.

Kecamatan Alu, terletak di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat merupakan pemekaran dari kecamatan Tutar pada tahun 2005 sesuai dengan surat keputusan Bupati Polewali Mandar, terdiri dari 1 (Satu) kelurahan dan 5 (Lima) desa, dengan luas wilayah 228,3 km2, jumlah penduduk 12.368 jiwa, 2.771 KK. sebagian besar warga memiliki mata pencaharian Petani, Peternak, Tukang, Pedagang, selain itu, adapula yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebanyak 74,43 persen KK di Kecamatan Alu dikategorikan sebagai KK miskin. Desa termiskin di kecamatan ini adalah Desa Puppuuring kendati hasil bumi desa Puppuuring cukup banyak seperti kayu, kemiri, kopi, coklat dan durian. Namun karena desa Puppuring sangat terpencil (± 25 km dari ibukota kecamatan/Petoosang sebagai pusat perekonomian kecamatan Alu) dan hanya dapat dijangkau dengan kuda dan berjalan kaki, sehingga pemasaran hasil bumi kurang lancar. Rata-rata penghasilan warga hanya Rp. 5.000/hari.Tingkat pendidikan di kecamatan ini ± 62,5 % berpendidikan SD, ± 18,5 % warga di kecamatan ini masih buta aksara. Di desa Pao-Pao dan Puppuring masih banyak anak usia sekolah yang belum sekolah karena layanan pendikan sangat minim, seperti gedung yang sudah rusak berat, bahan bacaan yang sangat terbatas dan guru yang aktif hanya 1-2 orang yakni yang berdomisili di desa tersebut. Selanjutnya di kecamatan Alu sendiri terjadi pemekaran desa menjadi 6 desa, yaitu: Allu, Mombi, Kalumammang (dimekarkan menjadi Kalumammang & Saragian), Pao-Pao (dimekarkan menjadi Pao-Pao dan Puppuuring) dan pada Tahun 2008 Kecamatan Alu dimekarkan lagi jumlah desa/kelurahan dari 6 (enam) menjadi 8 (delapan) desa/kelurahan sesuai Peraturan Daerah Kab. Polewali Mandar Nomor: 8 Tahun 2008, tentang Pembentukan Desa-desa dalam Wilayah Kabupaten Polewali Mandar.

Pembelajaran Terintegrasi TIK berbasis Portal Rumah Belajar akan menjadi model pembelajaran di era Industri 4.0. Portal Rumah Belajar yang dimiliki Pustekkom  diharapkan dapat terakses sampai ke seluruh daerah. Portal Rumah Belajar adalah laman/website resmi Kemdikbud yang memberikan one stop layanan pembelajaran baik bagi siswa, guru, pendidik, tenaga kependidikan maupun masyarakat secara umum. Saat ini terdapat tiga layanan utama Rumah Belajar, yaitu 1) layanan penyediaan aneka sumber digital (learning resources) untuk semua jenis dan jenjang pendidikan. 2) layanan e-learning untuk persekolahan (kelas maya) memungkinkan pembelajaran di sekolah dapat terjadi baik secara sinkronous maupun asinkronous dan 3). Layanan fasilitas e-learning untuk pengembangan profesi berkelanjutan (PPB) yang memungkinkan institusi penyelenggara pendidikan/pelatihandapat menyelenggarakan proses pembelajaran terbuka dan jarak jauh.

Guru sebagai tenaga pendidik perlu dan harus membekali dirinya dengan kemampuan mengoperasikan atau menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru sebagai tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang ada. Salah satunya adalah pemanfaatan portal Rumah Belajar. Portal rumah belajar merupakan portal pembelajaran resmi yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan alamat url http://belajar.kemdikbud.go.id, portal Rumah Belajar menyediakan berbagai bahan belajar serta fasilitas komunikasi dan interaksi antar komunitas pendidikan. Rumah Belajar juga berisi bahan belajar untuk guru, bahan belajar siswa, wahana aktivitas komunitas/forum, bank soal dan katalog media pembelajaran. Rumah Belajar ditujukan untuk siswa, guru, masyarakat luas, dan siapapun yang mau belajar.

Dalam pembelajaran di kelas, selalu berupaya menggunakan media ICT dengan menggunakan web portal rumah belajar sebagai sarana efisiensi waktu meskipun sarana sekolah khususnya di SMAN 1 Alu kurang sekali/terbatas, dengan semangat motivasi berdasarkan pengalaman mengikuti kegiatan-kegiatan diklat/workshop di Tingkat Nasional.

Untuk kedepan (masa yang akan datang) rencana pengembangan kelas jarak jauh memungkinkan siswa yang tidak mengikuti kegiatan sekolah akan terakses melalui kelas maya dengan bantuan sarana mobile (handphone) serta penggunaan laptop meskipun terbatas. Jadi mata pelajaran akan tersampaikan ke peserta didik/siswa yang berhalangan hadir. Kelas Maya adalah suatu aplikasi yang memungkinkan seorang guru bisa melakukan kegiatan belajar secara online dan real time melalui teleconference dimana kegiatan belajar mengajar ini bisa diikuti oleh seluruh siswa di Indonesia.

Kedepan nanti diharapkan pemanfaatan kelas maya sebagai salah satu solusi alternatif proses belajar mengajar, pembelajaran bersifat fleksibel dalam waktu dan tempat, mendukung pembelajaran eksploratif, mendukung on-demand learning (pembelajaran pada hal-hal yang dibutuhkan atau belum diketahui saja), dan memfasilitasi adanya interaksi dan kolaborasi. Fitur Kelas Maya di Rumah Belajar penting untuk terus disosialisasikan agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh siapa saja untuk keperluan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu, Penulis akan melakukan sosialisasi, demontrasi dan fasilitasi model pembelajaran berbasis TIK terutama melalui fitur Kelas Maya.

penggunaan smartphone sebagai kelas digital membantu siswa mengerjakan tugas tugas di rumah

Penulis: (M. ILHAM, Duta Rumah Belajar Nasional 2018, Provinsi Sulawesi Barat)