Melatih Critical Thinking Pada Anak dengan Rumah Belajar

Tidak ada cara yang paling sempurna untuk melatih ketrampilan berpikir pada anak. Tetapi pendidik dan orang tua pada dasarnya dapat mengembangkan berbagai kegiatan untuk melatihnya. Intinya adalah pada konsep ‘Active Learning’ – pembelajaran aktif yang berpusat pada anak sebagai pembelajar.

Quote Margaret Mead
quote margaret mead

Children must be taught how to think , not what to think.” (Margareth Mead).

Menurut seorang ahli sosiologi dunia, Margaret Mead, Anak-anak harusnya diajari Bagaimana cara berpikir, bukannya apa yang harus mereka pikirkan. Orang tua dan guru harusnya hanya berperan sebagai fasilitator, bukannya diktator yang memaksakan untuk menjejali anak begitu saja dengan banyak ilmu.

Perlu Perubahan Pola Pengajaran

Oke, kenyataannya, anak-anak negara kita itu, jika diukur dengan tes internasional yang bernama PISA, Indonesia masuk the lower ten lho. Sepuluh terbawah! Padahal negara ASIA lainnya sudah mampu berada diatas kita. Dalam pengukuran tes PISA memang soal – soal yang diajukan kebanyakan adalah soal yang menilai apakah si anak ini bisa berfikir secara kritis atau tidak. Lalu apa hubungannya dengan si soal yang bikin puyeng itu?
Ini, berarti kita kan harusnya berubah pola pengajarannya.

Guru dan orang tua saat mengajar membimbing anak harusnya mampu melatih critical thinkingnya juga.

Critical Thinking Perlu Dilatih

“ Masih anak-anak saja kok diajari berpikir kritis?!”
Bisa saja kita sebagai guru atau orang tua protes seperti itu. Tetapi ingat lho, critical thinking adalah sebuah skill, sebuah ketrampilan. Pasti kita cukup yakin dengan fakta bahwa: Ketrampilan itu didapat dari latihan. Semakin banyak berlatih akan membuat kita menjadi semakin terampil.

Sama seperti kalau kita ingin terampil bersepeda atau menjahit. Apa bisa kita hanya dikasih buku manualnya, disuruh menghafal sambil tiduran bagaimana caranya. Mungkin bisa sih, tapi kecil sekali kemungkinannya kan. Kita akan terampil bersepeda atau menjahit ya dengan praktek berlatih berulang-ulang.

Demikian juga jika kita ingin putra – putri kita cerdas dan berpikir kritis. Itu perlu dilatih! Harusnya guru dikelas saat mengajar tidak hanya menyuruh anak menghafal agar pandai menjawab pertanyaan di LKS. Masa sih kita ingin anak-anak kita tertinggal dengan kemampuan anak-anak negara lain hanya karena kita tidak melatih kemampuan berfikir kritisnya?

Manfaatkan Portal Rumah Belajar

Salah satu cara untuk melatih critical thinking pada anak adalah dengan mengarahkan mereka ke sumber belajar yang luas tapi aman. Internet adalah salah satu sarana yang dapat menjembataninya. Tetapi di satu sisi pilihan konten di internet itu bisa berjubel puluhan juta jumlahnya, dan kenyataannya tidak semua konten itu aman untuk diakses oleh anak kita.

Bersyukur sekarang ada website yang dapat kita manfaatkan; Rumah Belajar. Dari laman ini kita dapat memanfaatkan untuk melatih ketrampilan berfikir kritis pada anak.

  1. Manfaatkan fitur Sumber Belajar untuk memperluas wawasan anak. Umpan anak dengan pertanyaan atau situasi masalah terbuka. Ajak mereka untuk mencari jawaban atau solusi dari pertanyaan itu. Untuk menambah wawasan dalam rangka mencari jawaban atau solusi, arahkan anak untuk mencarinya di fitur sumber belajar. Jangan dikte jawaban pada mereka. Biarkan mereka bereksplorasi untuk mencari jawabannya.
  2. Manfaatkan fitur Bank Soal. Untuk melatih kemampuan anak dalam memecahkan masalah dalam bentuk soal bermuatan HOTS (Higer Order Thinking Skills), guru dapat mengupload soal di fitur bank soal kemudian meminta anak untuk menyelesaikannya secara mandiri. Kelebihannya, anak dapat mengerjakan kapan saja dan dimana saja. Tidak harus terpaku duduk di kelas.
  3. Bahkan kita dapat memanfaatkan fitur yang lebih bersifat interaktif, seperti Laboratorium Maya atau game interaktif seperti Next Door Land yang ada di fitur Peta Budaya Rumah Belajar. Ya, cara belajar yang paling alami bagi anak adalah bermain. Karena pada dasarnya, saat mereka bermain, mereka sedang mengembangkan berbagai ketrampilan berpikir mereka, termasuk ketrampilan berpikir kritis. Baik itu bermain di dalam atau diluar ruangan.

Itulah beberapa cara untuk melesatkan ketrampilan berpikir kritis pada diri anak. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan portal Rumah Belajar. Kita sebagai pendidik atau orang tua tidak boleh lelah untuk mengasahnya. Karena tiap anak pada dasarnya terlahir genius. Dan istimewa, tentu saja.

(Ditulis oleh Sahabat Rumah Belajar Jateng 2009, Dewi Apriliana)