Making Education 4.0 for Indonesia

Making Education 4.0 for Indonesia

 

Kamis, 11 Oktober 2018 Di Hotel Sultan dilsanakan seminar Nasional TIK tahun 2018. Sesi ke-4 dalam seminar Kesiapan Guru dan Inovasi Pembejaran, oleh Dr Cepi Riana, M.Pd merupakan  Dosen UPI Bandung. Revolusi Industri merupakan kaprodi TP UPI bandung e-learning konsep dan implementasi. Dalam pengantarnya beliau menyampaikan tentang konteks perubahan dimana ada perubahan era yang disebut dengan conceptual age. Era ini sangat singkron dengan era kreatifity. Dimana terjadi paragdima perubahan yang sangat besar di dunia ini dengan munculnya medos, dan industri kreatif, start up dll.

Era revolusi industri 4.0, Era disruptif yang dipengaruhi dengan kemajuan Teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah siswa kita apa yang telah berubah. Pola pikir, pola ucap dan pola tingkah laku berubah. Dulu waktu kita ditanya tentang cita-cita apa jawabanmu mungkin guru, polisi, dll. namun anak sekarang kalau ditanya bisa jadi cita-citanya jadi youtuber, dll. dulu mungkin guru tidak ada

Ada dua istilah yang muncul sekarang yaitu adanya digital immigrant vs digital native, dimana anak-anak kita lahir saat alat digital sudah ada. Maka kita harus tahu karakteristik anak di generasi digital yaitu independent, fun, expressie, dan mereka sangat senang dengan sesuatu yang instan. Mereka sangat eksplorative untuk menggali pengalaman mereka, belajar dengan melakukan dukungan teknologi yang tersedia dan mereka menghindari diajarkan dalam hal teknologi, mereka senang sharing, senang interactivity, maupun senang dengan collaboration.

Teknologi sangat masif, sangat marak dan sangat banyak yang menggunakan mobile user, gaget, dll. Indonesia sekarang ada 132,7 penduduk yang menggunakan internet. Tidak terlepas dari anak-anak kita yang juga turut mengakses internet, maka perlu pendampingan dan pengarahan dari orang tua. Informasi yang masuk dan ada sangat banyak sekali dalam menggunakan berbagai media yang ada.

Dukungan dan kebijakan dalam memanfatkan ict dalam pembelajaran sudah sangat banyak untuk mendorong dan mendukung inovasi pembelajaran. Perkembangan IT, frambework pembelajaran abad 21, meomentum generasi milenial, generasi digital native, dan alpha gen, serta dukungan dan kebijakan pemerintah integrasi ict. Untuk tantangan yang dihadapi biasanya ketersediaan infrastruktru, kebijakan yang tidak mendukung dll. Untuk guru maka sangat penting bagi kita harus sangat literat. Lliterasi media, literasi informasi, maupun literasi digital.

Kompetensi utama guru dimana untuk penyiapan guru profesional sesuai tuntutan abad 21, guru dituntut untuk memiliki kompetensi karakteristik siswa di era digital dan ICT Skills. Apa yang harus dilakukan sebagai guru: yaitu ICT Literasi, tahapan literasi guru yaitu dari Eerging (memulai dari kesadaran atau menyadari pentingnya ICT), 2. Applying (Belajar menguasai ICT), Integrating (mengintegrasikan ICT dalam kegiatan pembelajaran) dan 4). Transforming (menghasilkan model/ produk IT yang bermanfaat luas)

Orang yang bisa menciptakan mengembangkan model inovasi yang bisa bermanfaat bagi orang banyak, bisa mengikuti workshop dan pelatihan ICT, belajar mandiri melalaui fasilitas internet, Magang ICT pada lembaga profesional, dan Belajar dari Buku. Edukasie.

Teknologi apa yang digunakan Adobe Flash, Html 5, Blender, unity, Hippani animator. Ketika untuk menjadi guru inovator ada 2 konsep yaitu inovasi bay design, memerlukan kolaborasi, menguasai tools, ujicoba model, atau dengan cara ke dua yaitu inovasi by utilization yiaatu memanfaatkan model inovasi yang telah tersedia, integrasikan dalam pembelajaran. Tugas guru Zaman Now yaitu menyiapkan generasi emas dengan pendidikan 4.0″ yang berkualitas. (Sigit Suryono – DRB 2018)